Potensi Besar Sektor Film Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Era Kreatif 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menilai bahwa subsektor film dalam ranah ekonomi kreatif memiliki peluang yang signifikan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian ibu kota. Hal ini mencuat karena kinerja ekonomi kreatif, termasuk film, telah menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi DKI Jakarta secara keseluruhan sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Menjadi Motor Dinamis Jakarta
Bank Indonesia DKI Jakarta mencatat bahwa ekonomi kreatif tumbuh lebih dari sembilan persen pada 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berada di kisaran 5,21 persen sepanjang tahun yang sama. Namun, meskipun meningkat, pangsa ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ibu kota masih sekitar 11,53 persen, sehingga masih terbuka ruang yang luas untuk meningkatkan kontribusinya. Menurut Mursidi, Analis Senior pada Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, sektor film sebagai bagian dari ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru jika didukung dengan langkah strategis yang tepat.
Baca Juga
Sektor film dinilai strategis karena tidak hanya berkontribusi terhadap angka PDRB, tetapi juga memiliki peran yang lebih luas sebagai alat pemasaran dan promosi budaya. Dengan dukungan yang kuat, film mampu memperkuat citra Jakarta sebagai pusat kreativitas dan budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan lainnya.
Film sebagai Daya Tarik Pariwisata dan Branding Kota
Mursidi menyampaikan bahwa film bukan sekadar produk hiburan semata, tetapi juga berperan dalam membentuk daya tarik pariwisata sekaligus fungsi branding dan diplomasi budaya. Industri film yang berkembang dapat menciptakan citra kuat bagi kota Jakarta sebagai destinasi kreatif yang mampu memikat pasar domestik maupun internasional.
Lebih jauh, dukungan terhadap film juga berpotensi memperluas peluang usaha dan kerja sama lintas sektor, termasuk pariwisata, pendidikan, dan teknologi digital. Sebagai contoh, dengan meningkatnya produksi film lokal berkualitas, Jakarta dapat memperkuat jati diri budaya melalui narasi sinematik yang unik dan relevan, serta memperkuat posisi kota sebagai pusat kreatif unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Optimasi Ekosistem Film untuk Generasi Muda
Populasi milenial dan generasi Z di Jakarta yang sudah mencapai lebih dari 50 persen dipandang sebagai sumber daya potensial yang siap dimaksimalkan dalam ekosistem film. Generasi muda tersebut umumnya sudah familiar dengan ekosistem digital, media visual, serta konten kreatif — bahkan banyak di antaranya yang telah aktif dalam pembuatan konten video dan film pendek melalui platform digital.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BI DKI memandang keadaan ini sebagai momentum strategis untuk pembinaan generasi muda yang aspiratif terhadap industri film. Fokus utama adalah memberikan ruang dan bimbingan bagi para sineas muda agar kreativitas mereka dapat tumbuh, berkembang, dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian Jakarta.
Jakarta Youth Film Festival sebagai Ajang Inkubasi Talenta
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta bersama Bank Indonesia DKI turut menggelar perhelatan Jakarta Youth Film Festival atau J-Youth Film Festival 2026. Ajang ini ditujukan sebagai ruang bagi pelajar SMA, SMK, madrasah, dan mahasiswa yang aktif di kawasan Jabodetabek untuk berkumpul, memamerkan karya film mereka, serta berlomba dalam berbagai kategori film yang disediakan.
Festival ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk belajar, jaringan, dan kolaborasi antar pelaku kreatif muda yang memiliki potensi besar. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu menggugah minat generasi muda untuk serius menekuni industri film, sehingga dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus penggerak utama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di DKI Jakarta.
Menuju Jakarta sebagai Kota Sinema 2027
Selain J-Youth Film Festival 2026, BI DKI Jakarta dan Pemprov DKI juga memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Jakarta sebagai “kota sinema” pada 2027. Ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan upaya terstruktur untuk menjadikan film sebagai pilar kuat dalam pembangunan ekonomi kreatif ibu kota. “Tujuan kami adalah menemukan dan menumbuhkan generasi filmmaker baru yang mampu bersaing dan memperkaya industri kreatif di masa depan,” ujar Film Programmer J-Youth Film Fest, Farhan Fachrezzy.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan pemangku kebijakan dalam memperlakukan sektor film sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi dan budaya Jakarta. Dukungan dalam bentuk fasilitas, pendidikan, serta peluang kolaborasi antarpelaku industri diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan kreatif dan membawa dampak positif yang signifikan pada sektor ekonomi kreatif ibu kota.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Bocoran Foto Asli Oppo Find X9 Ultra Jelang Rilis Maret 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Kamis, 12 Februari 2026
Kebangkitan Film Homefront: Dari Ide Sekuel Rambo hingga Jadi Jawara Netflix Dunia
- Kamis, 12 Februari 2026
Indonesia Percepat Perbaikan Ekonomi Syariah dalam Persaingan Global Mendatang
- Kamis, 12 Februari 2026
Drone Dan AI Tingkatkan Penyiaran Olimpiade Musim Dingin Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Kamis, 12 Februari 2026












