Indonesia Percepat Perbaikan Ekonomi Syariah dalam Persaingan Global Mendatang
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Upaya Indonesia untuk mentransformasikan diri menjadi pusat ekonomi syariah global masih menghadapi sejumlah hambatan yang bersifat struktural dan membutuhkan penanganan strategis dari berbagai pemangku kepentingan. Tantangan ini terungkap dalam diskusi yang disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu dalam Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity; Path to Global Impact yang digelar di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Hambatan Struktur Pasar Keuangan Syariah
Menurut Anggito Abimanyu, meskipun kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah menunjukkan perbaikan positif, peningkatan literasi belum diimbangi oleh kapasitas industri keuangan syariah yang memadai. Suplai layanan keuangan syariah di Indonesia masih dinilai terbatas, baik dari sisi lembaga perbankan maupun non-bank. Jumlah bank syariah dianggap belum mencukupi kebutuhan pasar domestik yang semakin berkembang. Hal ini juga tercermin dalam keterbatasan produk asuransi syariah dan pasar modal syariah yang masih terbatas dibandingkan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga
Anggito menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan utama ketika Indonesia bersaing dengan negara yang lebih dahulu mengembangkan ekosistem keuangan syariah seperti Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dengan jumlah lembaga yang lebih banyak dan infrastruktur keuangan yang lebih matang, negara-negara tersebut lebih cepat menarik investasi global berbasis prinsip ekonomi syariah.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya memperkuat industri dan kapasitas lembaga keuangan syariah nasional agar mampu menyediakan layanan yang lebih luas dan kompetitif. Langkah ini menjadi modal penting untuk memfasilitasi kenaikan peran Indonesia di panggung ekonomi syariah internasional.
Kebutuhan Regulasi yang Adaptif
Tidak hanya soal kapasitas lembaga keuangan, Anggito juga menilai kerangka regulasi menjadi aspek yang harus segera diperkuat. Regulasi yang ada saat ini dianggap perlu untuk disesuaikan dengan dinamika industri dan kebutuhan pasar global yang terus berubah. Adaptasi kebijakan yang cepat dinilai penting agar Indonesia dapat lebih responsif dalam menarik minat investor serta mengakomodasi inovasi produk dan layanan keuangan syariah.
Ia mengingatkan bahwa tanpa regulasi yang lebih adaptif, pertumbuhan ekonomi syariah nasional berpotensi berjalan sangat lambat karena kerangka aturan yang tidak responsif terhadap kebutuhan industri. Anggito menekankan bahwa pembuat kebijakan harus membuka ruang untuk menerjemahkan kebutuhan industri dalam kerangka regulasi agar investor syariah global merasa yakin dalam menanamkan modal di Indonesia.
Peran Pemerintah dalam Akselerasi Ekonomi Syariah
Ketika berbicara mengenai langkah percepatan, Anggito menyampaikan bahwa peran pemerintah menjadi sangat vital. Dalam pandangannya, dukungan pemerintah bisa diwujudkan dengan berbagai cara termasuk melalui penyederhanaan regulasi, penguatan kelembagaan, dan strategi intervensi terhadap institusi keuangan milik negara yang berbasis syariah. Semua kebijakan itu diperlukan untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan ekonomi syariah nasional.
Tanpa langkah percepatan kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi syariah sangat mungkin terus berjalan secara organik, namun akan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai posisi kompetitif di pasar global. Anggito melihat bahwa intervensi yang tepat dapat mempercepat akselerasi pertumbuhan sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar besar bagi ekonomi syariah, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem global.
Potensi Permintaan Domestik dan Peluang Transformasi
Menurutnya, permintaan domestik terhadap layanan ekonomi syariah di Indonesia sudah tergolong kuat. Hal ini ditopang oleh mayoritas masyarakat yang memiliki preferensi layanan keuangan sesuai prinsip syariah dan semakin meningkatnya minat terhadap produk halal lainnya di berbagai sektor. Dengan potensi pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki modal awal yang kuat untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global.
Anggito juga menyoroti bahwa penguatan sisi suplai layanan keuangan syariah dan peningkatan kualitas regulasi bisa menjadi faktor penentu untuk mentransformasi Indonesia dari sekadar pasar besar ekonomi syariah menjadi salah satu pemain utama di kancah global. Transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada kapasitas industri perbankan syariah, tetapi juga pada kolaborasi dari sektor non-bank seperti asuransi syariah, pasar modal syariah, dan layanan keuangan inovatif berbasis prinsip syariah.
Arah Strategis untuk Masa Depan
Dengan tantangan yang jelas terlihat, Indonesia dituntut untuk mengambil langkah strategis dan terencana. Percepatan reformasi yang melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah, industri, regulator, dan masyarakat sipil menjadi agenda penting ke depan. Langkah tersebut diyakini tidak hanya penting untuk memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan permintaan domestik yang kuat terhadap layanan keuangan syariah, Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi pasar yang besar tetapi juga pusat ekonomi syariah yang disegani di dunia. Namun semuanya akan bergantung pada keberhasilan memperkuat kapasitas industri, mempercepat penyesuaian regulasi, dan meningkatkan kerja sama lintas sektor agar Indonesia dapat mengambil peran yang lebih dominan dalam ekosistem ekonomi syariah global di masa depan.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Bocoran Foto Asli Oppo Find X9 Ultra Jelang Rilis Maret 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Kamis, 12 Februari 2026
Potensi Besar Sektor Film Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di Era Kreatif 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Kebangkitan Film Homefront: Dari Ide Sekuel Rambo hingga Jadi Jawara Netflix Dunia
- Kamis, 12 Februari 2026
Drone Dan AI Tingkatkan Penyiaran Olimpiade Musim Dingin Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Kamis, 12 Februari 2026












