Biochar dan Irigasi Tetes: Kunci Sukses Pertanian Modern Jawa Tengah
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan sektor pertanian melalui modernisasi yang berfokus pada teknologi dan praktik ramah lingkungan.
Salah satu langkah yang kini menjadi sorotan utama adalah penggunaan teknologi dan metode pertanian yang ramah iklim (Climate Smart Agriculture, CSA), yang berpotensi besar mendongkrak produktivitas dan keberlanjutan sektor ini.
Pemulihan kesuburan tanah, yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak petani, kini mendapatkan perhatian serius melalui pemanfaatan Biochar, sebuah solusi berbasis karbon yang dapat meningkatkan efisiensi nutrisi tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Baca JugaMendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, atau yang lebih akrab disapa Frans, menjelaskan bahwa penggunaan Biochar menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung keberlanjutan pertanian di daerah tersebut.
Menurut Frans, Biochar dapat menyerap bahan kimia berlebih di dalam tanah dan melepaskan unsur-unsur yang hanya dibutuhkan tanaman, yang dapat mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia terhadap kualitas tanah.
"Jika tanah mengandung terlalu banyak bahan kimia yang merusak unsur hara, Biochar dapat menyerapnya. Ketika tanaman membutuhkan unsur-unsur tersebut, Biochar akan melepaskannya. Ini akan mengoptimalkan penggunaan nutrisi di tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia," jelas Frans.
Menunggu Dampak Jangka Panjang Penggunaan Biochar
Meski sangat menjanjikan, Frans menekankan bahwa pengujian penggunaan Biochar masih berada pada tahap awal. Setelah dua bulan pengujian, dampak jangka panjang terhadap hasil pertanian belum bisa sepenuhnya disimpulkan.
Meskipun demikian, Frans optimis bahwa penerapan Biochar dapat membawa manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian di Jawa Tengah, khususnya dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), yang ditargetkan mencapai IP300, atau tiga kali masa tanam dalam setahun.
"Ini adalah penelitian yang sangat bagus, namun kami masih perlu melihat hasil lebih lanjut. Selama dua bulan pengujian, kami hanya mengukur satu kali musim tanam. Kami masih harus mengukur dampaknya pada dua musim tanam berikutnya untuk memastikan Biochar dapat memberikan manfaat yang optimal," tambahnya.
Meskipun masih dalam tahap pengujian, penggunaan Biochar menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efisiensi pertanian di Jawa Tengah. Melalui pengelolaan yang tepat, tanah yang subur dan kaya akan unsur hara akan meningkatkan hasil pertanian secara signifikan.
Sistem Irigasi Tetes: Menghemat Air dan Meningkatkan Produktivitas
Selain pemulihan kesuburan tanah, sistem manajemen air menjadi aspek penting dalam modernisasi pertanian di Jawa Tengah.
Dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, kebutuhan akan sistem irigasi yang efisien semakin mendesak. Oleh karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi dan penggunaan teknologi seperti sistem irigasi tetes menjadi fokus utama.
Sistem irigasi tetes dianggap sangat efektif untuk menghemat penggunaan air, karena air langsung disalurkan ke akar tanaman tanpa pemborosan. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga membantu mengatasi masalah kekeringan yang sering kali menjadi kendala dalam pertanian.
Dengan sistem ini, petani dapat memastikan ketersediaan air yang optimal tanpa khawatir tentang pemborosan atau ketidakpastian iklim.
"Irigasi tetes adalah bagian dari ekosistem pertanian cerdas yang dapat mengurangi pemborosan air. Ini juga sangat mendukung keberlanjutan, karena dengan sistem ini, air dapat dikelola dengan lebih baik," kata Frans.
Penerapan teknologi pertanian ini juga sejalan dengan upaya untuk menarik minat generasi muda agar lebih tertarik pada sektor pertanian.
Frans mengungkapkan bahwa tren terbaru menunjukkan bahwa petani milenial lebih tertarik pada pertanian berbasis teknologi yang bersih dan efisien daripada metode konvensional yang lebih keras dan melelahkan.
Modernisasi untuk Menarik Petani Milenial
Petani milenial menjadi fokus penting dalam program modernisasi pertanian di Jawa Tengah. Dengan penggunaan teknologi seperti drone untuk pemupukan dan sensor tanah, sektor pertanian diharapkan menjadi lebih menarik bagi generasi muda.
Tidak hanya menawarkan pekerjaan yang lebih bersih dan efisien, sektor pertanian yang telah dimodernisasi juga memiliki prospek bisnis yang lebih cerah, berorientasi pada inovasi dan teknologi.
"Petani milenial kini semakin tertarik pada pertanian modern yang mengandalkan teknologi. Dengan sistem yang lebih bersih dan berbasis teknologi, mereka tidak lagi melihat pertanian sebagai pekerjaan yang memerlukan tenaga fisik yang berat, melainkan sebagai bisnis berbasis inovasi yang menjanjikan," ujar Frans.
Frans juga menambahkan bahwa banyak petani muda di Jawa Tengah yang kini melirik sektor pertanian dengan minat yang lebih besar.
Dengan pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang lebih efisien, sektor pertanian diharapkan dapat menjadi lebih menarik bagi mereka, yang pada akhirnya dapat mempercepat regenerasi petani di wilayah tersebut.
"Saya lebih fokus kepada petani milenial, karena mereka lebih tertarik dengan pertanian berbasis teknologi. Mereka melihat bahwa pertanian modern sudah jauh dari kesan fisik yang melelahkan, dan lebih banyak berorientasi pada teknologi dan inovasi," kata Frans.
Menghadirkan Pertanian Cerdas untuk Masa Depan
Upaya modernisasi pertanian di Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada transformasi budaya pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang lebih cerdas, sektor pertanian di Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
Inovasi seperti penggunaan Biochar dan sistem irigasi tetes merupakan langkah konkret dalam mendukung pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Hal ini menjadi modal utama dalam menciptakan pertanian yang tidak hanya mampu meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Jawa Tengah optimis dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sektor pertanian yang modern dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS
- Kamis, 12 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global
- Kamis, 12 Februari 2026












