Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis agar kebutuhan pangan pokok, khususnya beras, tetap aman dan terkendali di ibu kota. Lonjakan konsumsi komoditas pokok selama periode tersebut seringkali memicu kekhawatiran kelangkaan dan tekanan harga. Untuk menghadapi tantangan ini, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menggandeng para petani dari berbagai daerah guna memperkuat pasokan beras dan mencegah terganggunya ketersediaan pangan warga Jakarta.
Memperluas Jejak Pasokan: Kolaborasi dengan Petani di Banyak Daerah
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menegaskan bahwa pihaknya tengah menjalankan strategi diversifikasi sumber pasokan beras. Model “standby buyer” yang diterapkan adalah pembelian gabah langsung dari petani dengan pola on-farming untuk memastikan aliran produk berjalan lancar dari sentra produksi ke Jakarta. Kolaborasi ini mencakup sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali.
Baca JugaMendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi
Menurut Dodot, beras menjadi salah satu komoditas yang diprediksi mengalami lonjakan permintaan signifikan oleh warga Jakarta selama Ramadan dan Idulfitri. Tanpa pasokan yang kuat dari luar daerah, tekanan pada stok nasional dan harga beras berisiko meningkat drastis di pasar ibu kota.
Cadangan Beras yang Tersedia dan Kecukupan Stok untuk Kebutuhan Jakarta
Berdasarkan catatan terakhir, total cadangan beras yang dikelola oleh Food Station telah mencapai sekitar 80 ribu ton. Jumlah ini diproyeksikan memadai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga Jakarta yang diperkirakan mencapai 151.023 ton selama periode Februari hingga Maret. Hal ini menunjukkan upaya nyata dari pemerintah daerah dalam menjaga kecukupan stok beras untuk kebutuhan pokok masyarakat.
Selain stok Food Station, cadangan beras di Pasar Induk Beras Cipinang juga menjadi tumpuan utama. Dengan stok ratusan ribu ton, distribusi beras harian menuju pasar dan konsumen diasumsikan tetap stabil meskipun ada lonjakan permintaan dalam waktu singkat.
Distribusi yang Lebih Luas dan Operasi Pasar Murah untuk Keterjangkauan Harga
Tidak hanya mengamankan stok, Food Station juga berencana memaksimalkan jaringan distribusi hingga ke ribuan pelanggan di sektor perdagangan konvensional dan modern. Hal ini bertujuan agar beras dari cadangan ini dapat lebih cepat sampai ke pasar dan konsumen akhir.
Selain itu, perusahaan berencana mengadakan operasi pasar murah bersubsidi demi menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk transparansi informasi stok dan harga kepada masyarakat, sekaligus untuk meredam kekhawatiran publik tentang potensi kelangkaan pangan di masa sibuk permintaan.
Operasi pasar murah sudah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Misalnya, Perumda Pasar Jaya meningkatkan frekuensi pasar murah jelang Ramadan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebagai langkah antisipasi tekanan harga komoditas pangan.
Rangkaian Kebijakan Pemprov DKI untuk Ketahanan Pangan yang Lebih Kuat
Langkah kolaborasi dengan petani daerah ini merupakan bagian dari strategi multi-sektor yang lebih luas yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah daerah telah memposisikan sejumlah BUMD pangan, seperti Perumda Pasar Jaya dan Perumda Dharma Jaya, sebagai ujung tombak untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasar ibu kota.
Pemprov DKI juga melakukan monitoring berkala terhadap harga dan stok berbagai komoditas, termasuk beras, daging sapi, ayam, ikan, minyak goreng, gula, serta bumbu dapur untuk memastikan ketersediaan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Sinergi antar lembaga, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terus diperkuat guna mengantisipasi risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan permintaan pangan.
Harapan di Tengah Upaya: Menjaga Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Dengan strategi penguatan pasokan melalui kerjasama lintas wilayah serta optimalisasi distribusi dan pasar murah, Pemprov DKI Jakarta berharap kebutuhan pangan pokok warga Jakarta tetap aman, harga tetap terkendali, dan tekanan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat dilalui tanpa hambatan berarti. Melalui kolaborasi dengan para petani daerah dan koordinasi yang lebih intens antar lembaga, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa warga ibu kota dapat menjalani ibadah dan perayaan dengan tenang tanpa harus khawatir terhadap ketersediaan pangan pokok.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS
- Kamis, 12 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global
- Kamis, 12 Februari 2026
Stok BBM Nasional Aman Meski SPBU Shell Kosong Pemerintah Tegaskan Pasokan
- Kamis, 12 Februari 2026












