Jadwal Lengkap Penyeberangan Kapal Lembar–Padangbai 24 Jam dengan Tarif Terbaru Penumpang dan Kendaraan
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Mobilitas antara Lombok dan Bali kini semakin mudah dengan layanan kapal penyeberangan yang beroperasi tanpa henti. Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, NTB, dan Pelabuhan Padangbai di Karangasem, Bali melayani penyeberangan selama 24 jam penuh.
Pola layanan ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin bepergian kapan saja tanpa harus menunggu waktu tertentu. Baik untuk perjalanan wisata, bisnis, maupun kebutuhan logistik, jalur laut ini menjadi salah satu penghubung vital antarwilayah.
Setiap harinya, lintasan Lembar–Padangbai dilayani oleh 13 kapal feri. Dengan panjang lintasan sekitar 38 mil laut, waktu tempuh perjalanan rata-rata mencapai 4 jam 30 menit.
Baca JugaSambangi Dapur MBG Desa Beringin Personel Sampaikan Imbauan Keamanan Dan Kebersihan
Jadwal dan tarif kapal penyeberangan ini dikeluarkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB Satuan Pelayanan Pelabuhan (Satpel) Penyeberangan Lembar pada Kamis, 12 Februari 2026. Meskipun demikian, jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi operasional dan cuaca.
Keberadaan jadwal yang terstruktur membuat pengguna jasa penyeberangan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang. Hal ini juga mendukung kelancaran distribusi barang dan kendaraan antarprovinsi.
Selain itu, sistem operasional selama 24 jam memberi ruang bagi pengendara untuk memilih waktu keberangkatan yang paling sesuai. Ini menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha, wisatawan, hingga masyarakat umum.
Dengan tingginya volume lalu lintas di lintasan Lombok–Bali, layanan kapal feri menjadi moda transportasi utama yang diandalkan. Konsistensi jadwal dan keterjangkauan tarif menjadi faktor penting yang terus dijaga.
Untuk memudahkan pembaca, berikut rangkuman lengkap jadwal dan tarif penyeberangan lintas Lembar–Padangbai dan Padangbai–Lembar. Informasi ini dapat menjadi referensi sebelum melakukan perjalanan.
Jadwal Kapal Penyeberangan Lembar ke Padangbai
Pelayanan kapal dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai berlangsung sepanjang hari. Setiap kapal memiliki jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan.
Pada pukul 00.00, penyeberangan dilayani oleh KMP Parama Kalyani. Jadwal ini menjadi pilihan bagi penumpang yang ingin berangkat pada dini hari.
Kemudian pada pukul 01.30, giliran KMP Salindo Mutiara I yang melayani rute Lembar–Padangbai. Jadwal ini cocok bagi pengguna jasa yang ingin tiba di Bali menjelang pagi.
Keberangkatan berikutnya berlangsung pukul 04.00 dengan KMP Dharma Ferry VIII. Waktu ini biasanya dipilih oleh penumpang yang ingin memanfaatkan pagi hari untuk aktivitas di tujuan.
Pada pukul 06.30, penyeberangan dilayani oleh KMP Prima Nusantara. Jadwal ini cukup populer bagi pelancong yang memulai perjalanan sejak pagi.
Selanjutnya pada pukul 09.00, KMP Athayana berangkat dari Pelabuhan Lembar menuju Padangbai. Jadwal ini memberi alternatif bagi penumpang yang memilih perjalanan di tengah pagi.
Pada pukul 11.30, KMP Rhama Giri Nusa melayani lintasan ini. Waktu tersebut sering digunakan oleh penumpang yang ingin tiba di Bali menjelang siang.
Keberangkatan sore hari dimulai pukul 13.30 dengan KMP Gerbang Samudra 3. Jadwal ini cocok bagi pelaku perjalanan yang ingin menghindari jam sibuk pagi.
Selanjutnya pukul 15.00 dilayani oleh KMP Gemilang VIII. Kapal ini menjadi salah satu pilihan favorit pada jam sibuk sore.
Pada pukul 16.30, KMP Roditha berangkat dari Lembar menuju Padangbai. Jadwal ini sering dimanfaatkan oleh penumpang yang ingin tiba di Bali menjelang malam.
Pukul 18.00, layanan penyeberangan dilanjutkan oleh KMP Putri Yasmin. Waktu ini cukup diminati bagi mereka yang melakukan perjalanan selepas aktivitas siang hari.
Kemudian pada pukul 19.30, KMP Dharma Ferry IX melayani lintasan tersebut. Jadwal ini cocok bagi penumpang yang ingin menempuh perjalanan malam hari.
Pada pukul 21.00, keberangkatan dilayani oleh KMP Nusa Bhakti. Jadwal ini memberi pilihan tambahan bagi penumpang yang ingin tiba di Bali larut malam.
Terakhir, pukul 22.30, KMP Munic 1 melayani rute Lembar–Padangbai. Keberangkatan ini menutup jadwal harian sebelum kembali berulang di dini hari.
Dengan total 13 jadwal keberangkatan setiap hari, penumpang memiliki fleksibilitas waktu yang cukup luas. Pola ini memastikan bahwa mobilitas antarpulau tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Jadwal Kapal Penyeberangan Padangbai ke Lembar
Rute sebaliknya dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar juga dilayani selama 24 jam. Jumlah kapal yang melayani lintasan ini sama, yakni 13 kapal feri per hari.
Pada pukul 00.00, penyeberangan dilayani oleh KMP Shita Giri Nusa yang diganti KMP Rhama Giri Nusa. Jadwal ini menjadi pilihan bagi penumpang yang berangkat tengah malam.
Kemudian pada pukul 01.30, layanan diberikan oleh KMP Naraya. Waktu ini sesuai bagi pengguna jasa yang ingin tiba di Lombok pada pagi hari.
Keberangkatan pukul 04.00 dilayani oleh KMP Sindu Tritama. Jadwal ini banyak dipilih oleh penumpang yang ingin memulai aktivitas sejak pagi di Lombok.
Selanjutnya pada pukul 06.30, KMP Wihan Bahari berangkat dari Padangbai menuju Lembar. Jadwal ini menjadi salah satu waktu favorit bagi wisatawan.
Pada pukul 09.00, KMP Parama Kalyani melayani lintasan ini. Waktu tersebut cocok bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan di pagi menjelang siang.
Kemudian pukul 11.30, KMP Salindo Mutiara I dijadwalkan berangkat. Jadwal ini sering dimanfaatkan oleh pengguna jasa yang ingin tiba di Lombok siang hari.
Pada pukul 13.30, KMP Dharma Ferry VIII melayani rute Padangbai–Lembar. Waktu ini memberi pilihan tambahan bagi penumpang yang berangkat di siang hari.
Keberangkatan pukul 15.00 dilayani oleh KMP Prima Nusantara. Jadwal ini cocok bagi penumpang yang ingin menempuh perjalanan pada sore hari.
Selanjutnya pada pukul 16.30, KMP Athayana berangkat dari Padangbai. Jadwal ini sering dipilih bagi penumpang yang ingin tiba di Lombok menjelang malam.
Pada pukul 18.00, layanan diberikan oleh KMP Rhama Giri Nusa. Waktu ini menjadi alternatif bagi perjalanan malam hari.
Kemudian pukul 19.30, KMP Gerbang Samudra 3 melayani penyeberangan. Jadwal ini cocok bagi penumpang yang melakukan perjalanan setelah aktivitas siang selesai.
Pada pukul 21.00, KMP Gemilang VIII dijadwalkan berangkat. Waktu ini memberikan opsi tambahan bagi pengguna jasa di malam hari.
Terakhir, pukul 22.30, KMP Roditha melayani lintasan Padangbai–Lembar. Jadwal ini menutup rangkaian keberangkatan harian sebelum kembali berulang di dini hari.
Dengan jadwal yang konsisten dan terdistribusi merata sepanjang hari, penumpang dapat menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan. Pola ini mendukung kelancaran arus orang dan barang antara Bali dan Lombok.
Rincian Harga Tiket Penumpang dan Kendaraan
Selain jadwal, informasi tarif menjadi hal penting bagi calon penumpang sebelum melakukan perjalanan. Tarif penyeberangan lintas Padangbai–Lembar mencakup penumpang perorangan hingga berbagai golongan kendaraan.
Untuk kategori penumpang, tarif bayi ditetapkan sebesar Rp6.100. Sementara itu, penumpang dewasa dikenakan tarif Rp65.300.
Harga tersebut berlaku untuk satu kali penyeberangan dan sudah mencakup fasilitas standar di atas kapal. Tarif ini dirancang agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Bagi pengguna jasa yang membawa kendaraan, tarif dibedakan berdasarkan golongan. Hal ini disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan fungsi kendaraan tersebut.
Untuk kendaraan Golongan I, tarif yang dikenakan sebesar Rp81.600. Kendaraan Golongan II dikenakan tarif Rp169.400.
Golongan III memiliki tarif sebesar Rp329.600. Tarif ini berlaku untuk kendaraan dengan dimensi dan kapasitas tertentu sesuai ketentuan pelabuhan.
Untuk Golongan IV, tarif dibedakan menjadi dua kategori. Kendaraan penumpang dikenakan Rp1.184.100, sementara kendaraan barang dikenakan Rp1.116.200.
Pada Golongan V, kendaraan penumpang dikenakan tarif Rp2.251.300. Sementara kendaraan barang pada golongan ini dikenakan tarif Rp1.887.500.
Golongan VI juga memiliki dua kategori tarif. Kendaraan penumpang dikenakan Rp4.030.000, sedangkan kendaraan barang dikenakan Rp3.160.200.
Untuk Golongan VII, tarif yang berlaku sebesar Rp4.059.800. Tarif ini mencakup kendaraan dengan ukuran besar sesuai klasifikasi yang ditetapkan.
Golongan VIII dikenakan tarif Rp5.699.800. Sementara itu, Golongan IX memiliki tarif tertinggi sebesar Rp8.265.800.
Perbedaan tarif ini mencerminkan kapasitas muatan dan ruang yang digunakan di atas kapal. Sistem klasifikasi tersebut dirancang agar operasional penyeberangan tetap tertib dan efisien.
Dengan rincian harga yang jelas, pengguna jasa dapat memperkirakan biaya perjalanan sejak awal. Hal ini membantu perencanaan perjalanan, baik untuk keperluan pribadi maupun usaha.
Layanan 24 Jam Dukung Mobilitas dan Distribusi Antarwilayah
Operasional kapal penyeberangan selama 24 jam memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat. Pengguna jasa tidak lagi dibatasi oleh jam operasional tertentu untuk melakukan perjalanan lintas pulau.
Bagi wisatawan, fleksibilitas ini memudahkan penyusunan jadwal perjalanan tanpa harus terburu-buru. Mereka dapat memilih waktu keberangkatan yang paling sesuai dengan rencana liburan.
Bagi pelaku usaha dan distribusi logistik, layanan nonstop memastikan pengiriman barang tetap berjalan lancar. Hal ini mendukung aktivitas ekonomi antara Bali dan Lombok yang terus berkembang.
Keberadaan 13 kapal feri setiap hari juga membantu mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan. Dengan jadwal yang merata, arus penyeberangan dapat terdistribusi lebih seimbang.
Selain itu, pola layanan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. Mereka dapat menyesuaikan waktu perjalanan tanpa khawatir kehabisan jadwal keberangkatan.
Dalam konteks regional, lintasan Lembar–Padangbai menjadi salah satu jalur vital penghubung dua destinasi utama pariwisata nasional. Ketersediaan transportasi laut yang andal menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor tersebut.
Konsistensi jadwal dan keterjangkauan tarif menjadi kunci keberhasilan layanan ini. Kombinasi keduanya mendorong peningkatan volume penumpang dan kendaraan dari waktu ke waktu.
Dengan demikian, kapal penyeberangan tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau. Layanan ini menjadi bagian penting dalam sistem transportasi nasional.
Ke depan, diharapkan kualitas pelayanan terus ditingkatkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Inovasi dan optimalisasi operasional akan semakin memperkuat peran pelabuhan Lembar dan Padangbai sebagai gerbang laut utama.
Zahra
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Menkes: Teknologi Genomik Akan Percepat Penanganan Penyakit di Indonesia
- Kamis, 12 Februari 2026
Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan
- Kamis, 12 Februari 2026
Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek Kamis 12 Februari
- Kamis, 12 Februari 2026












