Kamis, 12 Februari 2026

Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan

Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan
Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah menetapkan Provinsi Maluku sebagai daerah percontohan dalam memperkuat toleransi antarumat beragama. 

Penetapan ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya toleransi dan keberagaman, khususnya melalui pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). 

Program ini difokuskan pada dunia pendidikan, terutama di kalangan anak-anak sekolah yang merupakan masa depan bangsa.

Baca Juga

Sambangi Dapur MBG Desa Beringin Personel Sampaikan Imbauan Keamanan Dan Kebersihan

Farid Saenong, Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, menjelaskan bahwa pemilihan Maluku sebagai lokasi percontohan didasarkan pada pengalaman sosial dan historis provinsi ini dalam menjaga keharmonisan di tengah keragaman agama, suku, dan budaya. 

Maluku dikenal sebagai daerah dengan keberagaman yang sangat kaya, dan keberhasilan masyarakatnya dalam merawat kehidupan yang harmonis menjadi alasan kuat bagi Kemenag untuk memilih daerah ini sebagai model.

"Maluku memiliki pengalaman panjang dalam merawat kerukunan sosial, terutama pasca-konflik. Kami ingin program Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini menjadi bagian penting dari pendidikan di daerah ini. Melalui program ini, kami berharap bisa membentuk generasi yang lebih terbuka, inklusif, dan menghargai perbedaan," ujar Farid.

Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bertujuan untuk membangun karakter generasi muda yang lebih toleran, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dalam pendidikan. 

Dengan adanya program ini, anak-anak sekolah di Maluku diharapkan dapat memahami pentingnya saling menghargai antar sesama meskipun memiliki latar belakang agama, suku, dan budaya yang berbeda.

Integrasi LKLB dalam Kurikulum Pendidikan

Menurut Farid, LKLB bukan hanya sekadar penguatan materi pembelajaran tentang toleransi, tetapi juga merupakan cara untuk memperkenalkan dan mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman langsung ke dalam praktik pendidikan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya sikap eksklusivisme dan intoleransi sejak usia dini, sekaligus membangun karakter generasi muda yang lebih terbuka, inklusif, dan menghargai perbedaan.

Penguatan LKLB di sektor pendidikan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembentukan kohesi sosial yang lebih kuat. Sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk perjumpaan antar identitas yang berbeda. 

Dengan demikian, sekolah dapat berfungsi sebagai tempat yang aman dan produktif untuk menyebarkan nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan saling menghargai.

Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam Mendorong Program LKLB

Sadali Ie, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, menyambut baik penetapan Maluku sebagai percontohan untuk penguatan toleransi antarumat beragama. 

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk mendukung pengembangan program Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai hidup "Orang Basudara" yang menjadi jati diri masyarakat Maluku.

"Pendekatan LKLB sangat relevan untuk memperkuat semangat saling menghormati di tengah kemajemukan masyarakat Maluku. Kami sangat mendukung program ini, karena kami yakin bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai toleransi dapat menjaga kerukunan sosial yang telah lama ada di Maluku," tambah Sadali.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan bahwa nilai-nilai toleransi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat terimplementasi secara nyata melalui kebijakan pendidikan dan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah-sekolah. 

Semua pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, diharapkan dapat bersama-sama mendukung pencapaian tujuan ini.

Peran Pendidikan dalam Membangun Kohesi Sosial

Sarlota Singerin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membangun kohesi sosial yang berkelanjutan. 

Maluku, sebagai wilayah kepulauan yang multikomunitas agama, memiliki banyak sekolah dengan siswa yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

"Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan Literasi Keagamaan Lintas Budaya memperkuat posisi pendidikan sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan hidup damai sejak dini," ungkap Sarlota.

Menurutnya, penerapan LKLB di satuan pendidikan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ikatan sosial antar kelompok yang berbeda. Ini juga akan membuka peluang bagi generasi muda untuk tumbuh dalam lingkungan yang saling mendukung dan memahami perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah.

Masa Depan Toleransi di Indonesia Melalui Pendidikan

Program LKLB di Maluku, yang fokus pada penerapan toleransi dan keberagaman di lingkungan sekolah, tidak hanya berdampak pada provinsi tersebut, tetapi juga dapat menjadi model untuk daerah lainnya di Indonesia. 

Dengan semakin banyaknya daerah yang menerapkan program serupa, harapannya adalah tercipta generasi yang lebih toleran, damai, dan saling menghargai.

Integrasi nilai-nilai LKLB dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah sangat penting agar program ini dapat diterima secara kontekstual dan relevan dengan karakteristik sosial dan budaya setempat. 

Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong upaya ini agar dapat mengadaptasi LKLB dengan konteks yang sesuai dan membangun keberagaman sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

Menkes: Teknologi Genomik Akan Percepat Penanganan Penyakit di Indonesia

Menkes: Teknologi Genomik Akan Percepat Penanganan Penyakit di Indonesia

Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek Kamis 12 Februari

Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek Kamis 12 Februari

SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini 12 Februari 2026

SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini 12 Februari 2026

Polri Bentuk Satgas ASRI Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat

Polri Bentuk Satgas ASRI Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat