Jumat, 13 Februari 2026

Stabilitas Harga Bahan Pokok di Surabaya Menjelang Ramadan

Stabilitas Harga Bahan Pokok di Surabaya Menjelang Ramadan
Stabilitas Harga Bahan Pokok di Surabaya Menjelang Ramadan

JAKARTA - Menjelang bulan puasa Ramadan yang diperkirakan dimulai pekan depan, pemerintah daerah dan Bank Indonesia berusaha memastikan harga bahan pokok tetap stabil untuk menghindari lonjakan harga yang bisa membebani masyarakat. 

Di tengah peningkatan permintaan yang biasa terjadi selama Ramadan, harga sejumlah bahan pangan yang dipantau oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola oleh Bank Indonesia, menunjukkan kecenderungan stabil pada Kamis, 12 Februari 2026.

Harga berbagai komoditas pokok seperti bawang merah, beras, dan daging tetap terjaga dengan sedikit perbedaan harga dibandingkan hari sebelumnya. 

Baca Juga

Mendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi

Hal ini memberi gambaran bahwa meski ada beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, secara keseluruhan, harga bahan pokok di pasar nasional dan lokal cukup terkendali menjelang bulan suci Ramadan.

Harga Bahan Pokok di PIHPS Terpantau Stabil

Berdasarkan data PIHPS, harga berbagai komoditas bahan pokok seperti bawang merah, cabai, beras, dan daging tercatat relatif stabil pada pekan ini. Misalnya, harga bawang merah tetap di angka Rp44.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah tercatat di harga Rp76.550 per kilogram. 

Harga beras juga cenderung stabil dengan harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.400 per kilogram, beras kualitas medium I di Rp15.900 per kilogram, serta harga beras kualitas super I yang mencapai Rp17.150 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat sebesar Rp41.250 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I dijual dengan harga Rp143.400 per kilogram. Harga gula pasir lokal juga tercatat stabil di harga Rp18.400 per kilogram, dan minyak goreng curah dipatok di harga Rp18.950 per liter. Telur ayam ras tercatat Rp31.950 per kilogram.

Stabilitas harga ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi konsumen, terutama menjelang Ramadan, di mana kebutuhan pangan akan meningkat. Untuk itu, pemerintah daerah di berbagai kota juga melakukan upaya pengawasan lebih ketat guna memastikan harga pangan tetap terjangkau.

Pemantauan Harga di Surabaya Melalui Sidak Pasar Tradisional

Guna memastikan pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan, Pemerintah Kota Surabaya melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional, distributor, serta toko modern di berbagai titik strategis.

 Agung Supriyo Wibowo, Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga serta memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan lancar.

Agung menyebutkan bahwa sidak dilakukan di beberapa pasar seperti Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang, serta di distributor beras dan swalayan. 

"Upaya ini dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya. 

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang tidak terkendali.

Fluktuasi Harga pada Beberapa Komoditas

Meskipun harga bahan pokok secara keseluruhan terpantau stabil, beberapa komoditas mengalami sedikit fluktuasi, seperti cabai, bawang merah, telur ayam, dan ayam ras. 

Agung Supriyo Wibowo mengungkapkan bahwa harga cabai, yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000, kini naik menjadi sekitar Rp80.000-Rp85.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. Sementara itu, harga bawang merah dan telur ayam masing-masing mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 dan Rp3.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang buruk di daerah penghasil, terutama curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan membusuk. 

Meskipun demikian, Agung optimis bahwa harga cabai akan kembali stabil seiring dengan panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret. 

"Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada Maret nanti akan ada panen raya secara nasional, termasuk di Jawa Timur, sehingga harga cabai diharapkan bisa kembali normal," ungkapnya.

Pemantauan Pasokan LPG dan Kendala Distribusi

Selain bahan pangan, Pemerintah Kota Surabaya juga memantau distribusi gas LPG 3 kilogram yang sempat mengalami keterlambatan pasokan. Sebelumnya, pasokan LPG datang setiap hari, namun kini distribusi membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. 

Meskipun ada penundaan pasokan, Pemkot memastikan bahwa harga LPG tetap sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Agung Supriyo Wibowo menyatakan bahwa meski ada sedikit gangguan dalam distribusi LPG, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. "Kami memastikan bahwa harga LPG tetap sesuai dengan yang telah ditetapkan dan tidak akan ada lonjakan harga menjelang Ramadan," ujarnya.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Kebijakan RKAB 2026 dan DMO Ubah Peta Saham Emiten Batubara

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global