Kenaikan Harga Minyak dan Energi Global pada Februari 2026 Picu Optimisme Pasar Dunia
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Pada tanggal 12 Februari 2026, pasar energi global mencatat kenaikan serentak pada harga minyak mentah dan bahan bakar olahan. Harga minyak mentah Brent meningkat menjadi $69,68 per barel, sementara minyak mentah WTI diperdagangkan di level $64,93 per barel.
Kenaikan ini didorong oleh pemulihan permintaan dari pasar konsumen utama. Tren tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas konsumsi energi global dalam beberapa bulan mendatang.
Pergerakan Minyak Mentah WTI dan Brent
Baca JugaMendag Laporkan 149 Pasar Terdampak Bencana Kembali Beroperasi
Minyak mentah WTI mengalami kenaikan 0,48% dari sesi sebelumnya, sehingga pertumbuhan tahunan mencapai 13,01%. Brent juga naik 0,39%, mempertahankan tren kenaikan bulanan sebesar 6,36% selama sebulan terakhir.
Kedua jenis minyak ini menunjukkan pola pertumbuhan positif yang stabil. Hal ini memberi sinyal bagi investor bahwa permintaan global terhadap minyak mentah masih cukup kuat.
Lonjakan Harga Gas Alam dan Dampaknya
Yang paling menonjol dalam sesi perdagangan 12 Februari 2026 adalah lonjakan harga gas alam sebesar 2,02% menjadi $3,22 per MMBtu. Meski begitu, secara jangka panjang gas alam masih 12,68% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Penurunan jangka panjang ini menunjukkan tekanan persediaan dan fluktuasi pasokan. Namun, lonjakan harian tetap mencerminkan adanya sentimen optimistis jangka pendek di pasar energi.
Pergerakan Bensin Olahan dan Tren Jangka Panjang
Harga bensin olahan tercatat $1,98 per galon, naik 0,12% dibandingkan sesi sebelumnya. Dibandingkan tahun lalu, kenaikan bensin mencapai 15,68%, menunjukkan adanya tekanan permintaan yang kuat di sektor transportasi global.
Kenaikan harga bensin ini juga menjadi indikator pemulihan aktivitas ekonomi di berbagai negara. Investor dan pelaku industri transportasi menilai hal ini sebagai peluang untuk menyesuaikan strategi bisnis dan distribusi energi.
Ringkasan Harga Energi Global pada 12 Februari 2026
Berikut ringkasan harga komoditas energi utama di bursa internasional: Minyak WTI $64,93 per barel naik 0,48% dari kemarin dan 13,01% dari tahun lalu. Minyak Brent $69,68 per barel naik 0,39% dan 14,43% secara tahunan.
Bensin olahan berada di $1,98 per galon naik 0,12% dari kemarin dan 15,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Gas alam diperdagangkan $3,22 per MMBtu naik 2,02% dari sesi sebelumnya, namun turun 12,68% secara tahunan.
Implikasi Pasar dan Peluang Investasi
Secara keseluruhan, pasar energi global menunjukkan pertumbuhan positif, terutama pada minyak mentah dan bensin. Hal ini memberi sinyal optimistis bagi investor dan pelaku bisnis transportasi.
Gas alam masih berada di bawah tekanan penurunan jangka panjang. Meski demikian, fluktuasi harian tetap membuka peluang bagi perdagangan jangka pendek dan arbitrase energi.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga
Pemulihan ekonomi pasca-pandemi menjadi faktor utama kenaikan permintaan minyak. Aktivitas industri dan transportasi global mendorong konsumsi bahan bakar meningkat secara bertahap.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan produksi OPEC juga memengaruhi pasokan minyak. Faktor ini turut menjaga harga minyak mentah tetap stabil di level tinggi.
Prospek Pasar Energi untuk Investor dan Industri
Kenaikan harga minyak mentah dan bensin memberi peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan. Perusahaan energi dan transportasi dapat menyesuaikan strategi produksi dan distribusi untuk menghadapi permintaan meningkat.
Gas alam yang masih menurun dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Dengan perencanaan tepat, fluktuasi harga gas dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi portofolio energi.
Optimisme di Tengah Fluktuasi Energi Global
Tren kenaikan harga minyak mentah dan bensin pada 12 Februari 2026 menunjukkan optimisme pasar global. Meskipun gas alam masih mengalami tekanan, kondisi ini tetap memberikan sinyal positif bagi industri energi dan investor internasional.
Pergerakan ini menegaskan pentingnya strategi adaptif bagi pelaku pasar. Kenaikan harga energi juga menjadi indikator pemulihan ekonomi dan peluang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang di sektor energi.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Baru DKI Jakarta Amankan Pasokan Beras Jelang Ramadan Melalui Kolaborasi Petani Daerah
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Perkuat Perlindungan Sawah dan Petani Kecil Melalui Pengendalian Alih Fungsi Lahan
- Kamis, 12 Februari 2026
Pemerintah Dorong Proyek DME Batu Bara Disebut Wajib Libatkan Teknologi CCUS
- Kamis, 12 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Ketegangan Amerika Iran Dan Dinamika Pasokan Global
- Kamis, 12 Februari 2026












