Jumat, 13 Februari 2026

Unilever Indonesia Catat Laba Rp7,64 Triliun di 2025

Unilever Indonesia Catat Laba Rp7,64 Triliun di 2025
Unilever Indonesia Catat Laba Rp7,64 Triliun di 2025

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. 

Laba bersih perusahaan ini melonjak 126,83% secara tahunan (yoy) menjadi Rp7,64 triliun, dibandingkan dengan laba sebesar Rp3,36 triliun pada tahun sebelumnya. 

Keberhasilan ini tidak lepas dari kombinasi antara pertumbuhan penjualan yang solid serta strategi efisiensi biaya yang efektif, yang turut mengangkat laba perusahaan.

Baca Juga

Poliklinik Eksekutif Primaya Hospital Fokus Pada Kecepatan dan Kenyamanan Pasien

Kinerja Penjualan yang Positif di Berbagai Segmen

Dalam laporan keuangan yang baru dirilis, Unilever Indonesia mengumumkan total penjualan bersih sebesar Rp31,94 triliun pada 2025, yang mencatatkan kenaikan sebesar 4,31% yoy, dibandingkan dengan Rp30,62 triliun pada 2024. 

Segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh masih menjadi pendorong utama kinerja penjualan, mencatatkan kontribusi sebesar Rp23,35 triliun, dengan kenaikan 4,16% yoy. 

Sementara itu, penjualan segmen makanan dan minuman juga mencatatkan hasil positif, dengan penjualan mencapai Rp8,58 triliun, meningkat 4,74% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun perekonomian global sempat menghadapi ketidakpastian, kinerja penjualan domestik Unilever Indonesia tetap stabil dengan pertumbuhan 3,98% yoy, mencapai Rp31 triliun. 

Penjualan ekspor pun mencatatkan kenaikan yang signifikan, dengan pertumbuhan 16,48% yoy menjadi Rp942,13 miliar. 

Peningkatan ini menunjukkan bahwa Unilever Indonesia berhasil mengembangkan pangsa pasar di luar negeri, meskipun tantangan di pasar global tetap ada.

Efisiensi Biaya yang Meningkatkan Laba

Unilever Indonesia juga berhasil mencapai efisiensi biaya yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Meskipun beban pokok penjualan naik 5,5% yoy menjadi Rp16,96 triliun, laba bruto perusahaan tetap mencatatkan kenaikan 3% yoy, mencapai Rp14,99 triliun. 

Hal ini tidak terlepas dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan dalam pengelolaan biaya pemasaran dan penjualan serta biaya umum dan administrasi.

Beban pemasaran dan penjualan berhasil ditekan menjadi Rp7,39 triliun, berkurang dari Rp7,67 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan menjadi Rp2,93 triliun, dibandingkan dengan Rp3,06 triliun pada 2024. Efisiensi ini membantu Unilever Indonesia untuk tetap menjaga profitabilitas meskipun ada peningkatan dalam beberapa aspek biaya.

Dengan demikian, laba usaha Unilever Indonesia tercatat naik 20,61% yoy, menjadi Rp4,59 triliun pada 2025, dibandingkan dengan Rp3,80 triliun pada tahun sebelumnya. 

Kinerja yang kuat di sektor penjualan dan efisiensi biaya ini menunjukkan bahwa Unilever Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik dan tetap mencatatkan hasil yang positif.

Peningkatan Likuiditas dan Aset yang Signifikan

Unilever Indonesia juga menunjukkan pengelolaan neraca yang baik sepanjang tahun 2025. Total aset perusahaan per 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp20,01 triliun, sedangkan liabilitasnya tercatat sebesar Rp15,54 triliun. Ekuitas perusahaan pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp4,47 triliun, yang mencerminkan stabilitas keuangan yang solid.

Salah satu pencapaian yang menonjol adalah lonjakan signifikan pada posisi kas dan setara kas perusahaan. Pada akhir 2025, kas dan setara kas Unilever Indonesia tercatat mencapai Rp5,70 triliun, mengalami kenaikan 750% yoy dari Rp671,18 miliar pada akhir 2024. 

Kenaikan yang luar biasa ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang kuat, memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk mendanai operasional dan investasi di masa depan.

Strategi Ke Depan dan Prospek Unilever Indonesia

Pencapaian yang luar biasa ini memberikan fondasi yang kuat bagi Unilever Indonesia untuk terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. Dalam menghadapi tantangan global dan pasar domestik yang semakin kompetitif, perusahaan ini dapat terus berfokus pada penguatan produk-produk unggulannya di segmen kebutuhan rumah tangga, perawatan tubuh, serta makanan dan minuman.

Dengan kinerja yang semakin solid, Unilever Indonesia diharapkan dapat terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Perusahaan ini juga memiliki potensi untuk memperluas pasar ekspor lebih jauh, mengingat pertumbuhannya yang stabil di pasar internasional.

Selain itu, dengan pengelolaan biaya yang efisien dan strategi yang berfokus pada inovasi produk serta penguatan brand image, Unilever Indonesia memiliki peluang besar untuk terus memimpin pasar dan meraih keberhasilan yang berkelanjutan.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Surge Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Infrastruktur ICT IKN Nusantara

Surge Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Infrastruktur ICT IKN Nusantara

PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional

PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional

Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026

Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026

United Tractors Resmi Kuasai Tambang Emas Doup Lewat Akuisisi Strategis Senilai Miliaran Dollar

United Tractors Resmi Kuasai Tambang Emas Doup Lewat Akuisisi Strategis Senilai Miliaran Dollar

Hutama Karya Siapkan Tol Trans Sumatera untuk Pendaratan Pesawat Tempur Strategis

Hutama Karya Siapkan Tol Trans Sumatera untuk Pendaratan Pesawat Tempur Strategis