JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Salah satu fokus utama adalah sektor transportasi udara yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat saat musim mudik. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui peluncuran program stimulus ekonomi Idulfitri 2026 yang resmi dimulai pada 10 Februari 2026.
Program ini dirancang bukan sekadar untuk menekan biaya perjalanan, tetapi juga memastikan arus pergerakan masyarakat tetap tinggi pada periode Ramadan dan Lebaran. Pemerintah menilai momentum ini memiliki dampak signifikan terhadap konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal I-2026.
Baca JugaPoliklinik Eksekutif Primaya Hospital Fokus Pada Kecepatan dan Kenyamanan Pasien
Salah satu instrumen utama dalam paket stimulus tersebut adalah penurunan harga tiket pesawat melalui kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal. Skema ini melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian terkait dan operator bandara.
Diskon Tiket dan Skema Insentif Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan diskon transportasi udara pada periode Lebaran dan Natal-Tahun Baru sebelumnya terbukti efektif meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2025 mencapai 154,62% dan libur Nataru sebesar 110,43%. Secara year-on-year sebesar 5,11%,” ujar Airlangga.
Pada 2025, program diskon transportasi udara dimanfaatkan oleh 3.149.024 penumpang. Untuk 2026, pemerintah menyiapkan stimulus dengan total anggaran Rp 911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Airlangga menjelaskan, diskon penerbangan dapat mencapai sekitar 16%. Skema yang diterapkan antara lain:
PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi domestik.
Diskon airport tax sebesar 50% dari Angkasa Pura.
Potongan harga avtur.
“PPN untuk tiket, tapi hanya kelas ekonomi dan hanya penerbangan domestik. Kemudian Angkasa Pura untuk airport tax-nya akan kasih diskon 50%. Avtur pun juga akan diskon,” jelasnya.
Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan harga tiket secara signifikan, terutama pada periode puncak mudik yang biasanya ditandai dengan lonjakan tarif.
Pelita Air Beri Diskon Hingga 21 Persen
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Pelita Air menyatakan mendukung stimulus ekonomi dengan memberikan diskon tiket hingga 21% untuk seluruh rute domestik selama periode Lebaran 2026.
Langkah ini menjadi kejutan tersendiri karena diskon tersebut berlaku untuk semua rute yang dioperasikan maskapai tersebut. Kebijakan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau.
Kehadiran diskon hingga 21 persen ini melengkapi stimulus pemerintah yang sebelumnya diproyeksikan menekan harga tiket hingga sekitar 16 persen. Dengan tambahan potongan dari maskapai, masyarakat berpeluang memperoleh tarif yang lebih kompetitif dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.
Sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan strategi komersial maskapai dinilai mampu menciptakan efek berganda terhadap sektor transportasi dan pariwisata domestik.
Dampak terhadap Ekonomi Kuartal I-2026
Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan dapat memperlancar pergerakan masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Rangkaian kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran, serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026,” kata Airlangga.
Mobilitas yang meningkat biasanya berbanding lurus dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Aktivitas perjalanan mendorong sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi darat, hingga ritel.
Pemerintah memandang Ramadan dan Idulfitri sebagai momentum strategis untuk mengakselerasi perputaran uang di dalam negeri. Oleh karena itu, stimulus transportasi udara diposisikan sebagai salah satu katalisator penting.
Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan, diharapkan jumlah penumpang pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
Respons Pengamat dan Imbauan kepada Masyarakat
Pengamat sekaligus influencer aviasi Moch Taufik Syakhrilillah menilai kebijakan tersebut berpotensi membantu menahan lonjakan harga tiket saat musim puncak mudik.
“Langkah ini sangat bagus dan patut diapresiasi. Di musim mudik Lebaran, harga tiket pesawat biasanya cukup mahal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau calon penumpang untuk aktif memantau promo maskapai dan melakukan pemesanan lebih awal agar tidak kehabisan kursi.
Menurutnya, meskipun ada stimulus dan diskon tambahan dari maskapai, tingginya permintaan pada periode Lebaran tetap berpotensi membuat kursi cepat terisi. Oleh sebab itu, perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan harga promo secara optimal.
Dengan stimulus ini, pemerintah berharap momentum Ramadan dan Lebaran 2026 tidak hanya memperlancar arus mudik, tetapi juga menjadi motor penggerak konsumsi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sinergi antara kebijakan fiskal, dukungan industri aviasi, serta partisipasi masyarakat diharapkan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Surge Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Infrastruktur ICT IKN Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026
PT Samindo Resources Suntik Modal Rp270 Miliar untuk Anak Usaha Dorong Ekspansi Operasional
- Kamis, 12 Februari 2026
Strategi Ekspansi PT Samudera Indonesia Tbk. dengan Capex Triliunan Rupiah Tahun 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Hutama Karya Siapkan Tol Trans Sumatera untuk Pendaratan Pesawat Tempur Strategis
- Kamis, 12 Februari 2026












