Proyeksi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Prediksi 3,6 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:46:52 WIB
Proyeksi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Prediksi 3,6 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran 2026, kenaikan yang diperkirakan seiring dengan panjangnya masa libur Idulfitri.

Proyeksi Total Kendaraan dan Dasar Perkiraan

Jasa Marga menyusun proyeksi tersebut berdasarkan data historis pergerakan lalu lintas pada periode mudik sebelumnya, termasuk evaluasi dari pengalaman pengelolaan lalu lintas saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Perhitungan ini mencakup berbagai faktor, seperti tren perjalanan masyarakat, data kepadatan lalu lintas pada musim libur nasional, serta kecenderungan waktu keberangkatan pemudik dari Jabodetabek.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantoro, mengatakan bahwa dari data yang dimiliki perusahaan, jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek diperkirakan mencapai angka ini. Pernyataan ini disampaikan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9 Februari 2026.

Rute Prioritas Pemudik dan Alokasi Tujuan

Dari total proyeksi kendaraan yang akan keluar dari Jabodetabek, mayoritas diperkirakan bergerak ke arah timur dan barat. Sekitar 50,4 persen kendaraan diperkirakan menuju ke arah timur, melalui jalur yang melintasi Bandung dan Tol Trans Jawa. Sebagian besar pemudik memilih rute ini karena menjadi jalan utama yang menghubungkan Jabodetabek dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, sekitar 28,9 persen kendaraan diproyeksikan menuju arah barat ke Merak dan 20,7 persen kendaraan diperkirakan akan bergerak ke arah selatan melalui Ciawi. Jalur-jalur ini tetap menjadi favorit pemudik yang menuju ke wilayah Banten, Jawa Barat bagian selatan, serta sejumlah daerah tujuan wisata dan kampung halaman lainnya.

Direktur Utama Jasa Marga juga menyoroti bahwa sebagian besar kendaraan yang bergerak ke arah timur, sekitar 57 persen, diperkirakan akan melintasi jalur Trans Jawa, sementara sisanya menuju Bandung. Pilihan rute ini menunjukkan bahwa rute lintas utama masih menjadi pilihan utama pemudik pada periode Lebaran 2026.

Strategi Pengelolaan Lalu Lintas dan Infrastruktur Pendukung

Dalam upaya menghadapi lonjakan arus mudik, pihak terkait terus menyiapkan strategi pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif. Upaya ini mencakup pengaturan lalu lintas seperti one way, contra flow, dan kebijakan ganjil genap pada ruas tol tertentu untuk mengurai kepadatan kendaraan pada titik-titik kritis. Kebijakan tersebut ditetapkan pemerintah dengan tujuan menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

Selain itu, pembatasan operasional truk angkutan barang juga direncanakan mulai 13 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi kendaraan penumpang dan mengurangi hambatan pada ruas jalan utama. Pembatasan diberlakukan pada ruas tol dan arteri tertentu, dengan pengecualian bagi kendaraan tertentu yang telah ditetapkan pemerintah.

Kesiapan infrastruktur jalan tol juga menjadi fokus penting. Beberapa ruas tol baru di sejumlah wilayah seperti Tol Bawen–Ambarawa dan Tol Prambanan–Purwomartani diproyeksikan siap menjadi bagian dari jaringan jalan tol yang membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Penyelesaian infrastruktur ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan aliran kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya dan Evaluasi

Proyeksi arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan kenaikan dibandingkan realisasi arus mudik pada Lebaran sebelumnya. Misalnya pada periode Lebaran 2025, Jasa Marga mencatat lebih dari 1,6 juta kendaraan telah meninggalkan Jabodetabek pada momen tertentu selama periode arus mudik. Meskipun ini belum mencerminkan total keseluruhan periode, angka tersebut menunjukkan tren mobilitas yang tinggi selama musim mudik.

Selain itu, data dari posko nasional pada Lebaran 2025 mencatat volume penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni–Merak juga menunjukan dinamika pergerakan yang kompetitif antara tahun ke tahun. Hal ini memberikan gambaran bahwa arus mudik setiap tahunnya terus dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk efisiensi moda transportasi, kebijakan pemerintah terkait diskon tarif angkutan, dan kesiapan infrastruktur yang ada.

Arus Balik dan Tantangan Selanjutnya

Tidak hanya arus mudik, Jasa Marga juga telah memproyeksikan volume kendaraan pada periode arus balik Lebaran 2026 mencapai sekitar 3,5 juta unit. Prediksi ini menunjukkan bahwa setelah momen Lebaran, jumlah kendaraan yang kembali menuju Jabodetabek diperkirakan hampir sama besarnya dengan arus mudik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola jalan tol dan aparat terkait untuk memastikan arus balik berjalan dengan lancar tanpa terjadi kepadatan yang signifikan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, koordinasi antara pemerintah pusat, pengelola jalan tol seperti Jasa Marga, serta berbagai pihak terkait lainnya menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh strategi pengelolaan lalu lintas berjalan efektif dan dapat mengurangi potensi kemacetan sepanjang musim angkutan Lebaran 2026.

Dengan berbagai proyeksi dan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar dan aman bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan.

Terkini